Pasca Banjir Sumur Tercemar
Pusat Kota Dikepung Banjir
Hujan deras yang turun terus menerus membuat sejumlah ruas jalan di pusat kota Indramayu ikut tergenang. Genangan setinggi 50-60 cm terjadi di sejumlah ruas jalan serta di beberapa kompleks pemukiman.
KAWASAN yang tergenang banjir diantaranya di kawasan Sport Center, Jalan DI Panjaitan (depan BCA), serta di Blok Sawah Kelurahan Karangmalang. Selain itu banjir juga melanda sejumlah perumahan seperti di Perum Pabean Kencana dan Margalaksana.
Banjir yang terjadi di pusat kota tidak lain akibat curah hujan yang sangat tinggi. Hal ini masih ditambah dengan mampetnya sejumlah saluran air. Dedi (37), warga perumahan Margalaksana menuturkan, banjir yang terjadi kali ini lebih disebabkan karena curah hujan yang sangat tinggi. Menurutnya, akibat curah hujan yang tinggi, sementara saluran pembuangan tidak berfungsi dengan baik maka terjadi genangan air yang cukup tinggi.
“Biasanya di tempat kami tidak banjir, tapi kali ini terjadi genangan yang cukup tinggi akibat tingginya curah hujan,” ungkapnya, Senin (19/1).
Hal senada juga diungkapkan Indra Prayitno (30), warga Kelurahan Karangmalang. Menurutnya, banjir yang terjadi di sejumlah jalan protokol memang selalu terjadi hampir setiap tahun. Ia menjelaskan, penyebab banjir di pusat kota adalah karena sistem drainase yang kurang baik. Sementara di sisi lain masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan, sehingga membuat saluran mampet. Indra berharap agar pemerintah memperhatikan persoalan masyarakat tersebut.
Pantauan Radar, akibat banjir di sejumlah jalan protokol membuat sejumlah kendaraan khususnya sepeda motor mogok. Meskipun demikian, genangan air mulai menyusut menjelang siang ketika hujan mulai reda.
Menurut Yanto (45), warga jalan Jambal Blok 4 No 166 Perumahan Pabean Kencana, banjir menggenangi 10 RT dari 3 RW. Akibatnya aktifitas warga terganggu, sehingga banyak warga yang berdiam diri di dalam rumah menunggu air surut, atau ada juga yang mengungsi ke rumah saudaranya yang tidak terkena banjir.
Dikatakannya, air yang menggenangi beberapa jalan di Perumahan Pabean Kencana akibat dataran tinggi di Jalan Udang, sehingga air hujan turun ke dataran rendah. Dataran rendah tersebut ada di jalan jambal, jalan tengiri, jalan cumi dan jalan tongkol. “Biasanya air akan surut ketika ada sinar matahari, jika tidak ada maka akan lama surutnya,” terangnya.
Di tempat lain, Samin (35) warga Desa Pasekan mengatakan, wilayahnya menjadi langganan banjir ketika musim hujan tiba. Akibatnya banyak area pertanian dan tambak yang rusak. Tidak hanya itu saja, ruas jalan juga ikut tergerus akibat genangan air banjir. “Saya berharap hal ini dapat segera ditanggulangi sehingga ketika musim hujan tiba kami tidak terus-terusan terkena banjir. Jika sudah begini, maka masyarakat yang sengsara,” keluhnya.
Sementara itu di Kecamatan Patrol, setelah genangan air mulai surut, kini penduduk di lima kecamatan yang terendam banjir, mengalami masalah tersedianya air bersih.
Pasalnya air sumur yang sebelumnya jernih menjadi keruh berwarna coklat kehitam-hitaman. Padahal sumur tersebut digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya seperti mandi hingga mencuci.
Diduga, tercemarnya sumur milik warga tersebut, dikarenakan tercampur lumpur dan sampah saat banjir melanda, seiring intensnya curah hujan di lima wilayah tersebut. Yaitu di Kecamatan Sukra, Patrol, Bongas, Gabus Wetan dan Anjatan.
Air lumpur yang masuk ke dalam sumur, rata-rata hampir mencapai bagian permukaan. Akibatnya, warga yang selalu menggunakan air tersebut untuk mandi, terpaksa mengurungkan niatnya. Sebab, jika dipakai, warga khawatir akan terserang penyakit terutama gatal-gatal. Air sumur tersebut juga menyebabkan diare jika warga nekat menggunakan untuk keperluan memasak.
“Sudah hampir seminggu lebih. Sekarang malah air sumur sudah berbau tak sedap,” ungkap Taufik (34) warga Desa Bugel Kecamatan Patrol, kepada Radar, Senin (19/1).
Apalagi, di desanya itu dilintasi Kali Bugel yang kerap meluap sehingga menyebabkan banjir sampai kepemukiman penduduk. “Bayangkan saja kalau banjir segala macam kotoran, meresap dan menjadi satu dengan air di sumur-sumur warga,” katanya.
Agar tidak terkena penyakit, pada akhirnya warga terpaksa membeli air bersih dari pedagang keliling. Hanya saja, biaya yang harus dikeluarkan cukup besar lantaran kebutuhan air bersih juga sangat banyak.
Sumur warga di Desa Anjatan Utara Kecamatan Anjatan juga mengalami kondisi serupa. Meski rendaman air tidak terlalu parah, namun sumur mereka ikut tercemar. “Warga sudah tidak berani pakai air sumur. Takut kena penyakit,” ujar Totong (32) warga Blok Babakan RT 04 RW 02.
Beruntung, di rumahnya sudah terpasang jaringan air PDAM Unit Anjatan. Sehingga ketersediaan air tidak menjadi persoalan. Air sumur miliknya hanya digunakan untuk mencuci sepeda motor. “Tapi tagihannya jadi membengkak,” keluhnya. (oet/dun/kho/alw)
Continue reading →
Showing posts with label radarcirebon. Show all posts
Showing posts with label radarcirebon. Show all posts
Tuesday, January 20, 2009
Sunday, September 28, 2008
Kompi Inventarisir Kerugian
Sudah Ribuan Ton Crude Oil Didapat
INDRAMAYU–Pencemaran yang terjadi di pesisir Indramayu akibat kebocoran di SBM 150 Balongan dari kapal Arendal, kini sudah memasuki hari ke-12. Meskipun demikian, sampai saat ini pembersihan ceceran crude oil (minyak mentah) belum juga selesai. Bahkan, data yang diperoleh Radar dari Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi), saat ini sudah terkumpul ribuan ton crude oil hasil penyisiran warga. Semuanya dimasukkan ke dalam 60 ribu kantung plastik, dimana masing-masing berisi sekitar 3 kilogram. Belum lagi ditambah yang terkumpul dalam drum sebanyak lebih dari 24 buah. “Sampai saat ini warga masih terus melakukan pembersihan crude oil di pesisir Balongan, Tegalurung, Singaraja, Singajaya, Tambak, dan Karangsong,” kata Ranadi, salah seorang pengurus Kompi, Jumat (26/9).
Sementara Ketua Umum Kompi, H Juhadi Muhammad mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan inventarisir terhadap dampak dari pencemaran ini. Hal ini terus dilakukan agar masyarakat yang merasakan dampak langsung dari pencemaran tersebut bisa mendapatkan perhatian maupun ganti rugi yang setimpal.
“Kami berharap setelah kerugian diinventarisir, pihak Pertamina mau bertanggung jawab. Jangan sampai masyarakat marah karena mereka yang merasakan dampak langsung dari kejadian ini,” tandasnya.
Juhadi menambahkan, kasus pencemaran di pesisir Indramayu memang sudah sering terjadi. Menurutnya kejadian seperti ini sangatlah disayangkan. Sebab perusahaan sekaliber Pertamina mestinya sudah memiliki pengamanan yang cukup, guna mencegah kemungkinan terjadinya pencemaran seperti ini.
Hingga kemarin, ratusan warga masih melakukan pembersihan ceceran crude oil di sepanjang pantai. Menurut Juhadi, lebih dari 500 orang diterjunkan setiap hari untuk melakukan pembersihan. (oet)
Continue reading →
Semalam Puncak Eksodus Pemudik
Mabes Polri Pantau Jalur Pantai Utara dari Udara
INDRAMAYU-Gelombang arus mudik Lebaran mulai mencapai puncaknya pada Jumat malam (26/9). Diperkirakan, eksodus pemudik dari Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya, akan terus mengalir hingga Sabtu dan Minggu nanti. Pantauan Radar sejak pagi hingga sekitar pukul 23.00, hampir semua ruas jalan di sepanjang jalur pantura Indramayu dipadati kendaraan berbagai jenis. Membeludaknya arus mudik, serta masih beroperasinya truk dan angkutan bersumbu lebar, mengakibatkan arus lalu lintas dari atah Jakarta tersendat. Khusus kendaraan roda dua (R2), pada H-5 kemarin melonjak tajam dibanding sehari sebelumnya. Konvoi ratusan kendaraan R2 yang digalang oleh perkumpulan pemudik bermotor, mulai memadati sepanjang ruas jalan pantura.
Salah satunya yang digalang produsen sepeda motor Honda dengan menggelar konvoi Mudik Bareng Honda. Menurut keterangan, jumlah peserta konvoi mencapai 2.500 orang. Mereka terbagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok berjumlah 500-800 anggota.
Sempat terjadi insiden kecil ketika rombongan memasuki jalan raya Kandanghaur sekitar pukul 09.30 pagi. Karena posisi kendaraan saling berdempetan, tepat di depan Ponpes Darussalam Eretan Kulon, dua orang anggota konvoi terlibat tabrak belakang. Beruntung, peristiwa itu tidak menyebabkan tabrakan beruntun antar sesama peserta.
Dua pemudik, yakni Mucharom (40) warga Jalan Inpeksi Kali Sunter Jateng, dan Untung (22) asal Desa Kayu Ringin Jaya, Bekasi Selatan, langsung dievakuasi ke Rumkit Bhayangkara Losarang karena menderita luka cukup parah. Selain karena kepadatan arus kendaraan, masih banyak pemudik yang tanpa sadar sedang menjemput bahaya dengan berboncengan hingga 3-4 orang, disertai membawa anak-anak di depan, tengah serta barang-barang yang diletakkan di bagian belakang yang terlihat merepotkan.
Tidak ada yang bisa dilakukan oleh para petugas kepolisian yang tengah mengamankan arus mudik, selain geleng-geleng kepala. Apalagi, jumlah pemudik yang membawa muatan melebihi kapasitas cukup banyak. Di jalan raya Kandanghaur, tersendatnya arus lalu lintas, dipicu adanya aktivitas pasar tumpah di Desa Eretan Wetan yang digelar sejak pagi. Kendaraan harus berjalan merayap karena arus lalu lintas di tempat itu cukup padat. Di kawasan itu, pengendara terpaksa mengurangi kecepatannya lantaran banyak lalu lalang warga serta kondisi jalan yang menikung.
Puluhan personil Polres Indramayu terlihat sibuk mengatur lalu lintas di jalur rawan macet dan kecelakaan tersebut. Alhasil, menjelang siang situasi arus lalu lintas berjalan lancar. Karena jalur pantura Indramayu termasuk titik lelah, banyak pemudik istirahat sembari melaksanakan salat Jumat.
Ketersedatan kembali terjadi saat bubaran salat Jumat. Di beberapa ruas jalan yang terdapat masjid, arus kendaraan merayap lantaran banyak warga yang menyeberang jalan dari masjid pulang kerumahnya masing-masing. Meski demikian, secara umum arus lalu lintas berjalan cukup lancar.
Sekitar pukul 13.15, terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Desa/Kecamatan Lohbener. Rawang, tukang becak yang sedang melaju dari arah Cirebon ditabrak bus Damri Nopol R 1516 DA yang dikemudikan Teguh Prayitno. Akibatnya, Rawang tewas di tempat, sedangkan becaknya hancur berkeping-keping.
PANTAU LEWAT DARAT DAN UDARA
Pemantauan arus mudik pada H-5 kemarin, dilakukan oleh Wakababinkam Mabes Polri, Irjen Anang Yuwono. Bersama rombongan dari Polda Jabar, Polwil Cirebon, Polres Indramayu serta lembaga terkait, dengan menempuh jalan darat untuk melihat langsung situasi arus lalu lintas di sepanjang jalur pantura Indramayu.
Belasan mobil rombongan datang arah Jakarta itu dengan pengawalan ketat sekitar pukul 10.30. Rombongan sempat mampir di Pos Aju Eretan, kemudian siaggah di salah satu masjid Al Ikhlas Kandanghaur untuk melaksanakan salat Jumat. Selanjutnya, sekitar puul 12.45, rombongan kembali melanjutkan perjalan ke arah timur dengan tujuan Losari.
Selain jalan darat, pemantauan arus lalu lintas juga dilakukan lewat udara. Sebuah helikopter jenis Enstrom milik Polda Jabar disiagakan selama operasi Ketupat Lodaya 2008. “Fungsinya untuk memantau kondisi arus lalu lintas selama musim mudik Lebaran. Tahun lalu juga disiagakan,” terang Kapolres Indramayu AKBP Drs Syamsudin Djaniebsaat berada di Pos Aju Eretan.
Pemantauan lewat udara itu, nantinya akan mempermudah pihak kepolisian dalam mendeteksi simpul-simpul kemacetan, untuk selanjutnya segera diantisipasi. (kho)
Continue reading →
Subscribe to:
Posts (Atom)
English
Arabic